hari ini begini
Bagian Satu Temaram cahaya seakan mengetuk mata yang tertutup rapat, tangan mulai menggeledah sambil menggeliat, mencari barang yang haram terlewat bahkan sesaat. Tujuh belas derajat, cukup dingin untuk membuat terperanjat, mengingat harus sudah siap pukul delapan tidak lewat, siap dengan berbagai keadaan dan syarat. Beranjak mandi lalu mengambil sarapan, sambil memikirkan berbagai kemungkinan, sebelum semuanya berubah menjadi kesalahan, arkian menjadi penyesalan. Pendar matahari semakin menyilaukan, persiapan dimulai dengan tentram dan diakhiri dengan aman, senja terasa cepat dengan segala pertimbangan, Sang Raja menenggelamkan dirinya walaupun enggan. Malam diawali dengan berdialog dengan...