hari ini begini
Bagian Satu
Semua ditutup dengan tegas,
Temaram cahaya seakan mengetuk mata yang tertutup rapat,
tangan mulai menggeledah sambil menggeliat,
mencari barang yang haram terlewat bahkan sesaat.
Tujuh belas derajat,
cukup dingin untuk membuat terperanjat,
mengingat harus sudah siap pukul delapan tidak lewat,
siap dengan berbagai keadaan dan syarat.
Beranjak mandi lalu mengambil sarapan,
sambil memikirkan berbagai kemungkinan,
sebelum semuanya berubah menjadi kesalahan,
arkian menjadi penyesalan.
Pendar matahari semakin menyilaukan,
persiapan dimulai dengan tentram dan diakhiri dengan aman,
senja terasa cepat dengan segala pertimbangan,
Sang Raja menenggelamkan dirinya walaupun enggan.
Malam diawali dengan berdialog dengan Tuhan,
dilanjut dengan menyiapkan diri dengan segala saran,
arkian sudah waktunya bersiap di depan.
Entah, bercampur aduk rasanya,
sangat antusias karena sudah waktunya,
juga takut karena baru dimulai saatnya,
ah, aku tidak yakin bagaimana intinya.
Semua ditutup dengan tegas,
namun sangat terasa bahwa semuanya terasa lugas,
waktunya melewati jalan yang keras,
dengan berbagai bau sarkas,
dengan tujuan supaya pantas.
Tetap semangat, kawan.
—058
Komentar
Posting Komentar